Sabtu, 10 Desember 2016

Tiga potensi yang perlu dimaksimalkan di soppeng


Sebagai orang soppeng tulen, apakah anda telah menyadari potensi apa yang dimiliki soppeng? Ternyata, selain wisata air panas lejja atau wisata sejarah soppeng masih menyimpan banyak potensi lain yang perlu dikembangkan.
Berikut tiga hal potensial yang penulis coba uraikan.

Appejengeng e
Masyarakat di desa lalabata riaja, kecamatan donri-donri kabupaten soppeng sangat patut bersyukur kepada tuhan yang maha esa karena meskipun tempat tinngal mereka tidak ada laut tapi mereka memiliki sumber air asin. Ini adalah berkah untuk masyarakat soppeng secara umum. Ini merupakan suatu keajaiban yang ada di soppeng, namun kini kondisinya tidak terawat. Kalau saja pemerintah daerah mau memberikan perhatian hal tersebut bisa dimaksimalkan untuk dijadikan objek wisata atau objek penelitian. Dari penuturan warga setempat, beberapa kampus negeri atau swasta dari kota Makassar pernah datang melakukan penelitian. Keunikannya yang lain, sumber air warga setempat tidak terasa asin meski hanya berjarak beberapapa meter dari sumber air asin tersebut. Pepatah yang mengatakan”asam di gunung,garam di laut” tidak berlaku di soppeng.
appejengnge
sumber gambar mediatanewsdotcom
Sentra persutraan alam (SPA)
Sentra persutraan alam ini terletak di tajuncu, desa donri-donri, kecamatan donri-donri, sekitar 14km dari pusat kota soppeng. Dari penuturan warga setempat, sentra persutran alam (SPA) diresmikan oleh mantan presiden kedua jend. Soeharto pada tahun 1975. Pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1980-an, sutra soppeng banyak di populerkan hingga ke mancanegara dan menjadi pusat sutra nomor satu di sul-sel. Namun, kini produksi sutra menurun drastic karena kwalitas  benih ulat sutera local menurun dan harga benih impor semakin mahal. Kini, bupati terpilih bertekad mengembalikan kejayaan sutera soppeng. “tekad dan kometmen ini berisiko, kalau kami gagal mengembalikan kejayaan ini maka tercatat dalam sejarah sebuah kegagalan besar dalam pemerintahan kami” (bupati soppeng).
ulat sutera
ulat sutera
Peninggalan sejarah
Rupanya  sejarah soppeng sungguh panjang, telah ada sejak saman batu dan banyak meninggalkan jejak peradaban. Banyak bukti arkeologi yang telah ditemukan para arkeolog yang melakukan penelitian di soppeng, beberapa di antaranya adalah telah di temukannya alat peraga pada saman batu misalnya altar batu, batu dakon, dan lumpang batu (palungeng patu) yang di temukan dikawasan sewo, Makam kuno di kompleks pemakaman jera lompoe dan bangunan peninggalan jaman penjajahan berupa bangunan yang masyarakat soppeng mengenalnya dengan nama villa yuliana atau mess tinggi, namun kini telah berganti nama menjadi meseum latemmamala.
Dari bukti sejarah arkeology, soppeng dimasa lalu telah membangun peradabannya sendiri dan telah menjalin hubungan dengan suku bangsa yang lain. Di balik sejarah panjangnya, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui latar belakang peradabannya.
Para peneliti yang melakukan penelitian di soppeng belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Belum maksimalnya perhatian pemerintah daerah di buktikan dengan belum adanya meseum khusus untuk menyimpan benda-benda hasil penemuan dan belum adanya dinas khusus bidang arkeology. Kalau saja sudah ada meseum penyimpanan, hal ini  bisa menarik wisatawan dan menjadi tempat penelitian.


taman purbakala soppeng
taman purbakala

Itulah tiga hal potensial yang juga memerlukan perhatian pemerintah dalam mengembalikan kejayaan soppeng dan mampu mengangkat perekonomian rakyat serta mampu berdiri sejajar dengan daerah lain, karena beberapa tahun belakangan ini soppeng dikenal dengan daerah yang tertinggal. Padahal, soppeng mempunyai banyak potensi, hanya saja butuh sentuhan tangan dingin dari pemimpin daerah.
adapun tiga tempat yang menyimpan nilai historis

2 komentar:

  1. menarik bang.. ayo tulis terus tentang Soppeng, biar banyak orang tahu.. walaupun belum seterkenal makassar, kalau ditulis terus menerus dia akan jaya juga :)

    BalasHapus
  2. terima kasih bang atas supportnya. :)

    BalasHapus