Minggu, 09 Oktober 2016

(jangan) ke soppeng ketika siang hari

Jauh sebelum penulis Dc comics berimajinasi tentang ghotam city atau kota kelelawar, masyarakat soppeng telah lama hidup berdampingan dengan hewan yang mencari makan di malam hari ini. Dari berbagai naskah lontara’ atau literature kuno soppeng telah berdiri sekitar  abad ke 12. Berawal dari bersatunya dua kerajaan yang bersaudara yaitu kerajaan soppeng riaja (soppeng barat) dan kerajaan soppeng rilau (soppeng timur). Namun hasil penelitian arkeologi yang terakhir menyebutkan wilayah soppeng telah dihuni manusia sejak masa 118.000 sampai 194.000 tahun yang lalu dengan ditemukannya fosil gigi pada kedalaman tanah 12 meter di sekitar lembah walennae dan merupakan bukti tertua sebuah kebudayaan yang ada di Sulawesi.

Soppeng pada masa colonial pernah mendapat julukan bandoeng van Celebes karena memilki kemiripan dengan kota bandung yang berada di cekungan purba berusia mioesen akhir, iklimnya sejuk dan memiliki kuliner khas. Pantas saja ratu yuliana pernah berniat untuk berkunjung ke soppeng dan dibuatkan sebuah villa sebagai tempat peristirahatan namun hingga akhir hidupnya ia tak pernah datang. Soppeng hanyalah sebuah kota kecil di sebelah utara kota Makassar berjarak kurang lebih 200km dan berada rata-rata  200 mdpl.

Salah satu keunikan soppeng ialah adanya kalong atau kelelawar yang bergantungan di pohon asam pusat kota dan tidak merasa terganggu dengan adanya manusia yang lalu lalang di bawahnya. Semilir angin yang berhembus memberikan kesejukan ketika bersantai dibawah pohon asam tempat kelelawar bertengger dan beristirahat ketika siang hari dan menikmati aroma khas hewan yang hidup terbalik,  jika tidak mampu mencium aroma khas kelelawar jangan sekali-kali nekat berlama-lama dibawahnya, ini lah alasan kenapa saya beri judul (jangan ke soppeng ketika sang hari). Jika tidak datang di siang hari anda tidak akan melihat kelelawar yang bergantungan di pohon karena kalau di malam hari hewan tersebut akan pergi mencari makan dan akan kembali menjelang pagi.

Waktu yang pas untuk melihat kalong pada sekitar jam 4 subuh karena pukul itu hewan tersebut sudah mulai berdatangan dari mencari makan dan lalu lalang di langit untuk mencari dahang untuk istirahat. Namun jika anda tidak mampu bangun pada pukul 4 subuh karena masih terlelap datanglah di waktu sore menjelang magrib saat hewan tersebut hendak pergi mencari makan dan anda juga bisa menikmati matahari terbenam di balik gunung sewo.

Belum ditemukan naskah lontara’ atau bukti ilmiah maupun cerita rakyat tentang awal kehadiran hewan ini di soppeng. Cerita rakyat yang ada hanya bercerita tentang perjanjian antara raja kelelawar dengan raja soppeng pada awal kedatangannya. Salah satu isi perjanjiannya versi cerita rakyat adalah kelelawar tidak boleh memakan buah-buahanyang ada di soppeng dan orang soppeng tidak boleh memburu kelelawar untuk keperluan apapun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar