Selasa, 27 September 2016

soppeng membaca (menebar semangat literasi di bumi latemmamala)

sedikit cerita tentang komunitas anak muda soppeng yang resah melihat minatnya minat baca masyarakat soppeng. selengkapnya

Taman kota soppeng yang dulunya merupakan lokasi bangunan kantor bupati soppeng kemudian disulap menjadi taman dan ruang terbuka hijau banyak dikunjungi masyarakat untuk bersantai atau bercengkrema sekaligus menanti senja dan waktu magrib sembari menikmati pemandangan yang hanya ada di kota yang berjuluk kota kalong ini, yaitu kelelawar yang mulai beterbangan untuk mencari makan, bagi warga setempat hal tersebut sudah lumrah dan mungkin tidak ada istemewahnya namun bagi mereka yang baru pertama kali datang ke bumi latemmamala  bisa memberikan pengalaman dan sensasi yang ‘wah’ karena kapan lagi bisa melihat langsung kelelawar yang terbang diatas kita dan mencium aroma khas hewan yang mencari makan dimalam hari. Ehehe
soppeng membaca
volunteer 'soppeng membaca' saat memaang spanduk *sumber: fanpage soppeng membaca

Terakhir berkunjung ke taman itu minggu 25 september 2016, ada hal menarik perhatianku yaitu sebuah komunitas yang berbeda dengan yang lainnya. Jika komunitas pada umumnya lahir dari kesamaan hobby misalnya komunitas motor, fans club bola, fotografer atau pecinta hewan tapi komunitas ini lain, ia lahir karena keresahan melihat kurangnnya minat baca pada masyarakat, berbekal semangat untuk menebar virus literasi ia mengajak temannya yang punya keresahan yang sama untuk mendirikan sebuah komunitas yang mereka beri nama ‘komunitas soppeng membaca’.

Komunitas yang berdiri pada 17 agustus 2016 ini memiliki kegiatan pokok berupa memberi layanan ‘lapak baca’ yang dapat diakses secara gratis untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat. Awal berdirinya hanya memiliki 100an judul buku namun seiring berjalannya waktu terus bertambah, selain dapat sumbangan buku juga meminjam di perpusda soppeng. Rupanya kegiatan  komunitas ini mendapat apresiasi dari perpusda, selain mendapat pinjaman buku juga mendapat pinjaman kendaraan roda tiga untuk membawa buku ke lokasi ‘lapak baca’ yang telah mencapai 500an judul buku. Dari buku pengunjung saya mendapatkan data bahwa pengunjung yang datang ramai dan kadang juga sepi serta respon dan kesan yang mereka tulis beragam, mulai dari mendukung sampai membandingkan dengan tempat lain.

Saat saya menulis cerita ini informasi yang saya dapat tentang komunitas ini belum cukup banyak, akhirnya saya searcing di kolom pencarian facebook dengan keyword ‘soppeng membaca’ dan mendapat akun fanpage resmi milik mereka. Dari fanpage mereka saya mendapat foto-foto kegiatan mereka dan sebuah link yang menceritakan tentang mereka dari situ saya mendapatkan nama-nama penggerak sekaligus pendirinya, dua di antaranya ternyata masih pelajar yaitu irwandi yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama dan munawir yang duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas serta seorang lagi berstatus guru di salah satu SMP di soppeng, yang lainnya adalah mahasiswa yang bernama Muhammad soeharto atau lebih akrab dipanggil atto yang masih aktif kuliah di UNM dengan jurusan psikologi dan nur adi muharram alumni FMN Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar